Mengapa Kurikulum perlu Berubah?
Dari judul tersebut kerap kali dipertanyakan oleh pelaku pendidikan. Bahkan banyak anggapan ganti menteri ganti kurikulum. sering kali terdengar jika menteri baru tidak mengganti kurikulum maka menteri baru tidak punya kredibilitas baru. lalu benarkah anomalinya seperti itu? mari kita kaji ulasan berikut.
Kurikulum itu satu bagian dari sistem pendidikan. jadi Tujuannya bukan untuk sekadar mengganti kurikulum, tujuan ialah untuk memperbaiki kualitas pembelajaran. Jadi, transformasi pendidikan yang kita cita-citakan ialah membuat sekolah itu menjadi lebih aman, menyenangkan, lebih esensial, dan bermakna untuk anak di Indonesia.
Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang sesuai dengan zamannya. Kurikulum bersifat dinamis dan terus dikembangkan atau diadaptasi sesuai konteks dan karakteristik murid, untuk membangun kompetensi murid sesuai dengan kebutuhan mereka, saat ini dan di masa depan. Ya, masa depan, karena murid akan melalui proses perkembangannya sesuai apa yang diinginkannya tentu saja dengan kecanggaihan era digital yang semakin pesat.
Zaman telah berubah, ketika kita menjadi murid mungkin cita-cita murid hanya menjadi dokter, polisi, tentara, atau guru. Tetapi kini, pilihan cita-cita murid kita sudah lebih beragam dan mungkin sesuatu yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Mereka kini, ada yang mau menjadi illustrator animasi karakter kartun, menemukan software Komputer, Pengembang aplikasi games, gamer, penjual online atau youtuber. Hal ini tentu membuat kita sadar, bahwa dunia ini ternyata memang terus berubah.
Ki Hadjar Dewantara menyatakan bahwa, Maksud atau tujuan Pendidikan adalah untuk menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak, agar mereka dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia, maupun sebagai anggota masyarakat. Maka dari itu, demi menuntun kodrat murid-murid kita, pembelajaran termasuk kurikulum yang diselenggarakan juga harus terus menyesuaikan dengan kebutuhan mereka.
Guru harus terus belajar untuk mengikuti dan memahami tren kehidupan murid kita yang tergolong generasi Z dan alpha. Berbagai penelitian menyampaikan bahwa, mereka sulit dipisahkan dengan media sosial. Kondisi ini dapat dimanfaatkan oleh guru untuk tujuan pembelajaran. Misalnya dengan meminta murid membuat tugas dan mengumpulkan tugas melalui aplikasi digital.
Ada pepatah mengatakan, “Butuh seluruh desa untuk membesarkan seorang anak”. Pepatah ini bermakna bahwa perlunya peran orang tua, masyarakat, dan sekolah (3 Pilar Pendidikan) dalam mewujudkan kurikulum yang berpihak pada murid. Oleh karena itu, saat merancang kurikulum harus menempatkan kebutuhan, pendapat, pengalaman, hasil belajar, dan kepentingan murid sebagai rujukan yang utama.
ejatinya, kurikulum dirancang untuk murid. Agar seluruh kompetensi murid yang diharapkan kurikulum terwujud, semua pihak harus berkolaborasi secara maksimal. Misalnya, guru terus belajar memfasilitasi pembelajaran yang sesuai. Orang tua terus memahami perkembangan dan kebutuhan murid. Pemerintah daerah dan pusat, serta semua yang bergerak di bidang Pendidikan juga harus terus mengikuti perkembangan kebutuhan murid.
Jadi, anggapan bahwa, "ganti menteri, ganti kurikulum" tidaklah sepenuhnya benar karena kurikulum yang baik adalah kurikulum yang sesuai dengan zamannya. Memang sudah saatnya kurikulum diadaptasi sesuai dengan kebutuhan murid.
Mengenal Tiga Keunggulan Kurikulum Merdeka
1. Lebih sederhana dan mendalam
Kurikulum Merdeka lebih berfokus pada materi yang esensial dan pengembangan kompetensi peserta didik pada fasenya. Proses pembelajaran diharapkan menjadi lebih mendalam, bermakna, tidak terburu-buru, dan menyenangkan.
2. Lebih merdeka
Bagi peserta didik khususnya jenjang SMA tidak ada program peminatan di SMA sehingga peserta didik memilih mata pelajaran sesuai minat, bakat, dan aspirasinya. Guru juga diharapkan mengajar sesuai tahap capaian dan perkembangan peserta didik. Sekolah pun memiliki wewenang untuk mengembangkan dan mengelola kurikulum pembelajaran sesuai dengan karakteristik satuan pendidikan dan peserta didik.
3. Lebih relevan dan interaktif
Pembelajaran melalui kegiatan proyek memberikan kesempatan lebih luas kepada peserta didik untuk secara aktif mengeksplorasi isu-isu aktual misalnya isu lingkungan, kesehatan, dan lainnya untuk mendukung pengembangan karakter dan kompetensi Profil Pelajar Pancasila.
Babak dan ibu guru hebat, ulasan ini adalah salah satu bagian dari tugas belajar mandiri di platform merdeka mengajar yang dapat diunduh di play store di android.
Baik cukup sekian ulasan dari saya, semoga lancar untuk semuanya. salam merdeka.......
Mohon bantuan bapak/ibu guru untuk memberikan ulasan atau respon umpan balik tentang "Mengapa Kurikulum perlu Berubah" di kolom komentar!







Saya sepakat, bahwa guru harus selalu update, baik soal ilmu, skil dan teknologi. Murid-murid kita sekarang berbeda, maka tidak hanya kurikulumnya yang harus berubah, kita sebagai guru juga harus berani untuk berubah, terutama soal pemanfaatan teknologi dan informasi.
BalasHapusSalam bahagia..
Setuju, 🙏 Kurikulum yang bagus, harus bisa menyesuaikan dengan perubahan zaman...🙏👍
BalasHapusSetuju, kurikulum perlu diperbarui agar sesuai dengan perkembangan zaman, apalagi masa sekarang ini ilmu pengetahuan dan teknologi informasi telah berkembang semakin masif dan tak terkendali. Masak ya kita tetap mengajar dengan cara yang kuno. Tentu itu tidak akan relevan. Pembelajaran juga akan menjadi membosankan.
BalasHapus